Siapakah yang Rentan Terkena Tuberkulosis?

Meski biasanya menyerang paru-paru, tuberkulosis juga dapat menimbulkan dampak negatif pada bagian tubuh lain pengidapnya. Contohnya seperti sistem saraf pusat, kelenjar getah bening, jantung, dan organ lainnya.
Hal itulah yang kemudian menimbulkan pertanyaan, kira-kira siapa saja yang paling berisiko tertular tuberkulosis? Nah, agar dapat meningkatkan kesadaran mengenai penyakit ini, ketahuilah siapa saja kelompok yang berisiko tinggi mengidap tuberkulosis.
Kelompok yang Paling Berisiko Mengidap Tuberkulosis
Meski bakteri penyebab TBC mudah menyebar dan menular melalui droplet, penularan TBC tidak semudah penularan penyakit flu. Selain itu, penularan TBC juga membutuhkan waktu yang cukup lama sampai benar-benar menginfeksi pengidapnya.
Kendati demikian, terdapat beberapa kelompok yang rentan untuk tertular atau terinfeksi penyakit TBC, antara lain:
1. Memiliki Sistem Kekebalan Tubuh Rendah
Mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah akibat kondisi medis tertentu menjadi salah satu kelompok yang paling berisiko mengidap TBC. Contohnya seperti pengidap diabetes, gangguan ginjal, pengidap kanker, HIV, hingga orang-orang yang mengalami malnutrisi.
Selain itu, anak-anak atau lansia juga rentan terhadap paparan bakteri penyebab TBC. Sebab, imunitas tubuh kelompok usia tersebut cenderung rendah atau kurang stabil. Selain kondisi medis tertentu, menjalani perawatan yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti kemoterapi juga dapat meningkatkan risiko TBC.
2. Orang yang Tinggal di Area Tinggi Penularan TBC
Siapapun yang tinggal, berasal dari, atau pernah menghabiskan waktu di negara atau area dengan tingkat penularan TB tinggi juga menjadi kelompok berisiko. Orang-orang yang sering bepergian ke luar negeri atau mengunjungi kawasan dengan tingkat penularan tuberkulosis yang tinggi, juga lebih rentan tertular. Selain itu, tinggal satu rumah dengan seseorang yang terinfeksi TBC dengan juga dapat meningkatkan risiko seseorang tertular TBC.
3. Mereka yang Menyalahgunakan Zat Tertentu
Orang yang menyalahgunakan alkohol dan obat tertentu juga lebih berisiko tertular TBC. Sebab, konsumsi alkohol secara berlebihan hingga penggunaan obat intravena dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.
4. Perokok
Perokok aktif lebih berisiko terkena TBC, karena kebiasaan merokok merusak paru-paru dan memengaruhi sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini membuat perokok aktif lebih rentan terhadap infeksi TBC. Berdasarkan studi yang terbit tahun 2012 silam, terjadinya TBC telah terbukti berkaitan dengan perubahan respons imun dan beberapa defek pada sel imun akibat paparan racun rokok. Misalnya seperti makrofag, monosit, dan limfosit CD4. Namun, tak hanya pada perokok aktif, paparan asap rokok juga dapat meningkatkan risiko TBC pada perokok pasif.
Jika kamu merasa bahwa kamu berisiko tertular TBC, sebaiknya periksakanlah kondisi kesehatanmu. Apalagi kalau kamu mengalami beberapa gejala TBC. Contohnya seperti penurunan berat badan tanpa alasan jelas, keringat malam yang basah, atau batuk kronis (terus-menerus) yang tak kunjung membaik.